Nisa

Benci sesuatu yang baik, suka sesuatu yang buruk.


Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah maha mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui. (Surah Al-Baqarah :126)

Ok, selama kita hidup dah berapa kali kita diuji oleh Allah SWT? Tak terkira bukan? Setiap kali kita diuji apa yang kita fikirkan? Adakah kita bersangka baik terhadap segala ujian? Atau kita mengeluh, marah, hilang sabar? Mana satu? Hehe
Kita fikirkan balik, setiap kali kita diuji, akan ada sesuatu yang baik datang. Cuma kita mengeluh dengan dasyatnyaaaaaaaaaaa hingga kita lupa jika kita tempuh dengan usaha, sabar, tawakal akan ada hikmahnya, ada ganjarannya ada pahalanya. Kan? Kita lupa. Allah tak akan biarkan kita susah selamanya. Allah uji kejaaaaap je, tapi kita rasa lama. Allah uji berdasarkan kemampuan kita, tapi kita rasa lemah.

Setiap yang telah ditakdirkan oleh Allah SWT sebenarnya terdapat hikmahnya, di dalam hikmah ada sebabnya. Macam tu jugak jika Allah SWT timpakan musibah buat kita, kita wajib bersangka baik denganNya. Jangan pernah "Allah tak sayang aku". Tak. Sebaliknya Allah uji kita sebab sayang. Bila sebut sayang, kasih Allah bukan macam manusia, kasih manusia seraut, kasih Allah SWT selaut. Orang yang mengenal kasih-sayang Allah yakin yang takdir Allah itu akan memberikan yang terbaik. Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, tidak akan memberi sesuatu yang buruk untuk hambaNya. Jadi, hamba yang baik tidak akan berburuk sangka terhadap Allah dengan merasakan apa yang ditakdirkanNya (ujian) itu ialah sesuatu yang tidak baik.

Ujian sebenarnya wujudkan rasa taat kepada Allah. Hati akan terdidik untuk redha dan tawakal, kerana Qada dan QadarNya MESTI berlaku. Manusia akan lebih dekat dengan agama, kepentingan akhirat, cinta kepada Allah. Ujian juga  penghapus dosa. Allah sayang kita.

Kita suka dengan nikmat sedangkan adakalanya nikmat menjadikan kita lalai. Lalai mengingati nikmat juga salah satu dari ujian. Kita benci dengan apa yang ditakdirkan (ujian) oleh Allah, sedangkan itu yang mendekatkan kita dengan pencipta. Bila kita benci ujian, ertinya belum kenal Allah dan tidak faham itulah caranya Allah mengampunkan dan membersihkan dosa-dosa kita. Ya, seolah-olah orang yang yang benci diuji itu tidak suka dibersihkan daripada dosa-dosa atau mungkin dia merasa tidak berdosa? Hehe



Tidak ada takdir Allah yang tidak ada hikmahnya.
Bila diuji :
1. Kuatkan iman, pupuk kesabaran, mantapkan keyakinan menghadapi ujian itu dengan segera mendekatkan diri kepada Allah. 
2. Serapkan rasa di dalam hati kehendak (pilihan) Allah mengandungi hikmah yang baik jika diterima penuh keinsafan dan kesabaran. 
3. Berbaik sangka dengan Allah (cari hikmah)

Sambil taip entry ni terbayang bayang  diri sendiri bila diuji hahahaha yang kenal aku tau lah aku macam mana. InsyaAllah, aku bersangka baik terhadap segala yang telah ditakdirkan. Usaha doa tawakal.

Selamat malam, esok kelas hehe

FOLLOWERs